26 Agustus 2008

ELPIJI NAEK!!!!

KOMPASdotCOMPANGKALPINANG, SELASA - Harga gas elpiji 12 kg di Bangka Belitung lebih dahulu naik sebelum pemberlakukan harga resmi dari pemerintah. Di tingkat pengecer harga hari ini antara Rp115.000-Rp120.000/tabung ukuran 12 kg. Dikhawatirkan, dengan pemberlakuan harga baru, harga elpiji akan naik kembali.

Aling, agen elpiji kawasan Pasar Pembangunan Pangkalpinang mengaku harga elpiji naik Rp 100.000 menjadi Rp 105.000/tabung. "Harga ini baru mulai hari ini. Sebelumnya dari pusatnya sudah berlaku sejak Minggu," ungkapnya, Selasa (26/8).

Damar Gobel, pengecer elpiji kawasan Bukit Merapin mengaku harga elpiji mengalami kenaikan menjadi Rp 115.000 dari harga sebelumnya Rp 112.000/tabung. "Harga elpiji naik lagi, kita saja baru tau waktu ngambil stok dari agen," ujarnya.

Sebelumnya harga elpiji di tingkat agen Rp 98.000/tabung, naik menjadi Rp 106.000/tabung. Ia mengaku saat ini permintaan elpiji masih cukup tinggi dimana ia bisa mendatangkan stok sebanyak 50 tabung, setiap dua hari sekali. "Kadang-kadang dengan naiknya elpiji kita kesulitan mengatakan ke konsumen. Tapi bagaimana lagi memang harganya naik," katanya.

---------------------------------------------------------------------------------------

Kebijakan ini merupakan suatu dilema, dimana minyak tanah (mitan) sudah teramat langka, meskipun di daerah2 kecil masih bisa didapatkan(tapi harganya ga normal). Semula saya beranggapan bahwa jika mitan diberhentikan, maka LPG sebagai penggantinya. Namun kebijakan ini pun kembali membingungkan ketika harga LPG naik, membumbung tinggi. Apakah perlu kita kembali ke jadul? Kembali menggunakan tungku yg lebih irit bahan bakar? (berhubung dengan menuangkan sedikit bahan bakar kayu mudah terbakar), ataukah akan ada bahan bakar pengganti?

Jika harga2 menjadi seperti ini, maka ada sedikit benarnya bahwa "yang kaya menjadi semakin kaya, yang miskin tambah sengsara." Namun ada sedikit lagu rap yang bersifat sedikit menggugah kita dengan liriknya

"80% uang negara pasti dihasilkan dan dinikmati oleh hanya 20% orang, artinya yang miskin akan selalu ketinggalan, orang bilang Indonesia kurang banyak orang mampu, padahal yang bener orang yang mampu kurang mau memberi, kalau kita beramal ga cuma setahun sekali bukannya nanti yang seneng elo sendiri?"

1 comments:

uNieQ mengatakan...

iya neyh ampun2an..di makassar juga hargan elpiji selangit.. mana mau puasa lagi, dmn semua kebutuhan harganya naik...makin susah aja hidup jaman skg ya?